Author: admin

Film 365 Days Fantasi Maskulinitas Erotis

Film 365 Days Berfantasi Erotis

Setiap beberapa menit saat menonton 365 Days, saya selalu tertawa dalam diri karena betapa buruknya film ini. Saya tidak membaca novel yang menjadi inspirasi untuk film ini, tetapi saya mengetahui kalau 365 Days adalah sebuah film yang tidak hanya melipatgandakan maskulinitas yang toxic tetapi juga film yang bertele-tele untuk menceritakan apa yang ingin disampaikannya: sebuah film porno.

Maskulinitas yang toxic itu digambarkan pada sebuah karakter yang bernama Massimo. Diperankan oleh aktor sekaligus penyanyi Michele Morrone, Massimo adalah seorang mafia Italia yang memang tampan dengan tubuhnya yang dikatakan “Dipahat oleh Tuhan.” Nahas, pada awal film ia dan ayahnya diserang oleh mafia musuh, dan menyebabkan kematian ayahnya.

Sebelum diserang, ia melihat seorang wanita cantik di pantai yang akhirnya membuat ia terobsesi untuk mencarinya. Semenjak terluka diserang, ia selalu membayangkan wanita asing dan misterius itu. Dan lima tahun kemudian, ia berhasil bertemu dengannya. Dia adalah Laura (Anna-Maria Sieklucka), yang sedang memiliki hubungan yang membosankan dengan pacarnya.

Ini bukanlah film romantis, jadi Massimo tidak ingin membuang waktu memenangkan hati Laura. Ia adalah seorang bos mafia, jadi dia langung saja menculik Laura ke kediamannya yang mewah. Ia memberikan Laura waktu 365 hari untuk jatuh cinta kepadanya, dan jika selama setahun Laura memang belum mencintainya, maka ia akan dibebaskan.

Jika ceritanya terdengar tidak masuk akal, maka memang itu yang saya rasakan. Dengan durasinya yang hampir mencapai dua jam, saya harus selalu merasa kebingungan dengan bagaimana cerita yang tidak logis ini bisa berjalan segitu lamanya. Tidak pernah saya berpikir untuk menculik seseorang dan membuatnya untuk jatuh cinta, namun itulah yang dipikirkan oleh Massimo.

Dia adalah apa yang orang-orang sering katakan sebagai toxic masculanity dan film ini juga menggembar-gemborkan sifatnya itu karena ia tampan. Satu adegan yang mengejutkan saya adalah saat ia sedang menaiki pesawat pribadi miliknya, dan entah mengapa ia langsung saja mengajak salah satu pramugarinya dan memaksanya untuk seks oral. Apakah ini bisa tergolong sebagai pemerkosaan? Tetapi setelah itu pramugarinya hanya tersenyum saja dan terlihat puas.

Sifatnya yang sangat buruk itu juga semakin parah dengan tingkah lakunya yang sangat tidak masuk akal dan dialognya yang sangat norak. Dia mengatakan kalau ia tidak ingin menyentuh Laura jika Laura tidak mengijinkannya, tetapi ia juga mencekik dan meraba-raba tubuhnya dan mengatakan kalau dirinya tidak akan bersikap lemah lembut terhadap dirinya. Jadi apa yang ia inginkan, sebetulnya?

Dengan Massimo, 365 Days telah menonjolkan sifat maskulinitas terburuk yang mungkin saja hanya muncul sebagai fantasi di benak pria yang mesum. Melihat seseorang bisa seenaknya menculik seseorang dan memaksanya untuk jatuh cinta dalam waktu setahun hanyalah sebuah fantasi yang cukup berbahaya.

Pada karakter Laura juga 365 Days meromantisir sebuah penculikan. Jika pada film-film yang mengangkat tema penculikan lainnya biasa menggambarkan korbannya sebagai seseorang dengan psikologi yang sudah rusak seiring waktu berjalan, berbeda dengan Laura yang bertingkah biasa saja bahkan sering menggoda Massimo.

Di sini, Laura mungkin ingin digambarkan sebagai seorang korban yang terkena sindrom Stockholm. Sindrom Stockholm adalah sebuah reaksi psikologis yang terjadi saat korban penculikan atau korban sandera menunjukkan tanda-tanda kesetiaan atau simpai kepada pelakunya. Stockholm, film tahun 2018, adalah sebuah film yang berdasarkan kisah nyata dan juga mengangkat tema itu.

Biasanya para korban, sebelum terkena sindrom Stockholm, akan berusaha untuk kabur dan melawan balik. Berbeda dengan Laura yang hanya sedikit saja menunjukkan tanda-tanda perlawanan, dan itupun hanya terjadi pada hari pertamanya. Setelah itu, ia seperti terhipnotis dengan Massimo dan bahkan beberapa kali menggoda Massimo, entah dengan mendekatkan dirinya ke Massimo saat mandi atau dengan berpakaian terbuka ke klub malam.

Tidak hanya ceritanya yang sangat buruk dan karakternya yang memiliki sifat yang sangat tidak kalah buruknya, tetapi saya juga memiliki masalah dengan editing pada film ini. Setiap beberapa adegan, sebuah musik dimulai. Beberapa adegan berlanjut, musik lainnya lagi dimulai. Film ini jadi terasa lebih seperti sebuah video musik yang menampilkan adegan-adegan syur.

Hingga saat tulisan ini ditulis, 365 Days adalah salah satu film yang paling dicari di Netflix meski ini bukanlah film produksi Netflix. Setiap saya membuka aplikasi itu, film ini muncul paling depan. Setiap saya ingin mengetik untuk mencari film, 365 Days muncul paling atas. Saya paham karena pasti banyak penonton yang penasaran dengan film asal Polandia ini. Tetapi sayangnya, saya harus mengatakan kalau sejauh ini, 365 Days adalah film terburuk tahun 2020.

Drama Korea 2020 yang Mendebarkan Hati

drama korea 2020 populer

Serial drama korea begitu digemari banyak orang. Selain diperankan oleh aktor berparas rupawan, drama Korea juga selalu menyajikan kisah unik dengan latar yang ciamik, apalagi Drama Korea 2020 yang terbaru dirilis pasti bisa membuat Anda merasa ikut hadir dalam scene tersebut.

Hingga bulan Juli 2020, berbagai serial drama Korea hadir dan berhasil menyita perhatian publik, bahkan keseruannya terlihat di media sosial. Sampai di pertengahan tahun, berikut ini adalah lima drama Korea yang harus disaksikan para peintanya, juga pemula yang tertarik menyaksikan berbagai kisah dari negeri gingseng.

Berikut Drama Korea 2020 Terbaru dan Terepic


Crash Landing On You
Romantisme, humor, kesedihan, serta berbagai rasa dalam kehidupan tersaji di serial drama yang dibintangi Son Ye Jin dan Hyunbin ini.

Konflik dua negara pun membuat kisah cinta antara Ri Jung Hyuk yang diperankan Hyunbin dengan Yoon Se Ri, tokoh yang dimainkan Son Ye Jin di serial drama korea ini begitu berwarna dan mendebarkan.

Itaewon Class
Perjuangan hidup Park Sae Roy yang diperankan Park Seo Joon begitu keras. Dendam pun menjadi kobaran semangat tersendiri baginya, usai sang ayah meninggal dunia karena tabrak lari yang dilakukan anak dari seorang pemilik restoran di Korea.

Bersama karyawan restorannya, Danbam, Park Sae Roy pun membalaskan dendam dan mewujudkan impiannya mengalahkan restoran nomor satu di Korea.

Hospital Playlist
Pertemanan sekelompok dokter yang bersekolah hingga bekerja bersama di rumah sakit, menjadi kisah unik yang menyenangkan untuk ditonton.

Kebersamaan dan kekompakan mereka pun akan membuat penonton merasa ingin menjadi bagian dari kelompok dokter ini.

The World of The Married
Menyajikan pahitnya kehidupan rumah tangga karena perselingkuhan, serial drama ini pun berhasil menyita perhatian banyak orang, termasuk di Indonesia.

Di setiap episodenya, serial drama ini akan mencabik-cabik penontonnya dengan kisah pernikahan Ji Sun Woo yang diperankan Kim Hee Ae dengan Lee Tae Oh, yang dimainkan oleh Park Hae Joon.

Dr. Romantic 2
Seri pertamanya telah sukses digemari banyak orang, dan di musim keduanya, serial drama ini pun menyajikan kisah yang dapat mempermainkan perasaan penontonnya.

Di musim keduanya “Dr. Romantic 2” menyajikan kisah dokter Kim yang diperankan Han Suk Kyu, yang mencari dokter dan ahli bedah untuk rumah sakit khusus.

Pesona dokter Kim pun begitu memukau, di mana ia bisa mendiagnosis seseorang secara tidak sengaja, serta terus berusaha melakukan yang benar dan adil.

Pengaruh Anime Pada Kecerdasan Anak

Pengaruh Anime Sangat Pekat Diusia Remaja

Anime dan manga menjadi semakin populer di kalangan remaja Amerika selama bertahun-tahun, kemungkinan besar karena anime Jepang mematahkan asumsi bahwa semua kartun ditujukan untuk anak-anak. Sama seperti musik dan film, ada banyak genre anime, dan versi yang paling populer adalah Shounen, acara yang berfokus pada aksi. Shounen terutama ditujukan untuk anak laki-laki berusia antara 12 dan 18 tahun, Pengaruh anime tetapi telah memiliki banyak pengikut di seluruh dunia. Banyak orang memiliki spekulasi dan kecurigaan mereka sendiri tentang bagaimana anime dapat memengaruhi kaum muda saat ini, dan salah satu yang paling umum adalah bahwa anime berdampak buruk pada perilaku mereka. Meskipun orang-orang sekarang menjadi lebih menerima anime, beberapa masih melihatnya sebagai kartun Jepang yang tidak masuk akal. Penelitian dilakukan oleh dua guru universitas, Faradillah Iqmar Omar dan Iza Sharina Sallehuddin, dengan judul The Perceived Impact Of Anime On School Children’s Aggressive Behavior.

Tampaknya Pengaruh Anime Sangat Pekat Diusia Remaja

Penelitian mereka dilakukan pada 135 siswa dan mereka menemukan, “… mereka tidak setuju bahwa anime dapat mengubah mereka menjadi orang lain… penelitian ini juga mengungkapkan bahwa siswa kemungkinan besar merasa tidak enak ketika menyakiti orang lain dan oleh karena itu mereka tidak akan pernah berperilaku agresif terhadap lingkungan mereka. ” Salah satu penggemar berat, Dominic England mengakui bagaimana dia mengubah perilakunya menurut anime, “Saya bertindak berbeda ketika saya membuat referensi, harus sesuai referensi ya?”

Anime tampaknya tidak menjadi penyebab tindakan agresif remaja, tetapi anime memiliki kemungkinan memengaruhi persepsi seseorang tentang dunia di sekitar mereka, sama seperti bentuk media lainnya. Orang-orang di berbagai platform media sosial telah menyatakan bahwa dari waktu ke waktu mereka mengambil beberapa kebiasaan dari acara yang mereka tonton. Seperti fandom lainnya, anime adalah komunitas besar orang-orang yang dapat berhubungan satu sama lain dengan berbagi minat yang sama di berbagai acara. Bagi beberapa orang di luar komunitas ini, orang-orang ini mungkin dianggap aneh. Hal ini terutama berlaku bagi mereka yang memilih untuk mengekspresikan diri melalui pakaian atau merchandise lain yang terkait dengan anime favorit mereka. Angel Fuentes menjelaskan, “Jika saya merasa mereka adalah orang jahat maka saya akan mencoba menghindarinya, tetapi jika saya merasa mereka baik maka saya akan membahasnya,” filosofinya untuk memutuskan apakah akan atau tidak. menyebutkan hobinya kepada orang lain yang sedang tumbuh.

Anime telah membina komunitasnya sendiri. Bergabung dengan populasi yang berkembang ini memberi orang-orang yang mungkin merasa sendirian kesempatan untuk menjalin ikatan dengan teman-teman yang mungkin tidak pernah mereka miliki. Meskipun beberapa orang mungkin percaya bahwa hal itu berdampak negatif pada penonton, orang itu sendiri tidak diubah oleh konten, tetapi bagaimana orang tersebut memilih untuk melihat konten tersebut.

Studio Anime Besar Pertama di Jepang

Studio Anime Besar D'ART Shtajio

Studio Anime Besar D’ART Shtajio

Dua seniman latar belakang kulit hitam, Arthell dan Darnell Isom, bersama animator Henry Thurlow, mendirikan D’ART Shtajio – studio animasi 2-D di Tokyo – menjadikannya “studio anime besar pertama yang dibuat oleh animator Hitam” di Jepang, CBR melaporkan.

Ketiga animator tersebut menciptakan studio mereka yang menanamkan budaya Amerika dengan anime Jepang, dan dalam prosesnya telah mengerjakan beberapa proyek anime besar.

Menurut CBR, sebelum membuka Studio, Arthell Isom bekerja di bawah studio animasi Ogura Kobo sebagai latar belakang animator di acara-acara seperti “Bleach,” “Gintama,” “Black Butler,” “Lupin III: The Woman Called Fujiko Mine dan Naruto . ” Dia juga bekerja dengan mentornya, Hiromasa Ogura, yang dikenal sebagai animator latar belakang “Ninja Scroll” dan “Ghost in the Shell.”

Sebelumnya Thurlow bekerja sebagai animator perantara dan animator utama, tetapi selalu mengungkapkan rasa frustrasinya karena tidak pernah menerima masukan kreatifnya secara serius atau bahkan dikreditkan untuk proyek tertentu.

“Saat itu saya menggambar untuk Gundam dan Pokémon, tetapi nama saya tidak pernah disebutkan dan saya benar-benar menghasilkan $ 4 sehari,” katanya kepada CBR.

Bersama-sama, Arthell dan Thurlow membentuk duo yang mempekerjakan beberapa animator asing untuk mengerjakan produksi animasi utama Jepang, yang akhirnya mengarah pada pembuatan studio mereka.

Menurut Tadashi Sudo – mantan CEO Anime! Anime! – animator asing non-Jepang membuat hanya lima persen dari animator yang bekerja di anime.

“Jumlah non-Jepang (di Jepang) semakin meningkat, tidak hanya pada pekerjaan produksi, tetapi juga pada anime planning, manajemen sebagai produser, serta penanganan right sales dan public relation,” kata Sudo.

Namun, Isom percaya hanya hal-hal hebat yang ada di depan.

“Hal yang hebat adalah dengan kami berada di sini, para pencipta Black mencari kami,” kata Isom dalam wawancara SyFy Wire. “Ini kesempatan bagus untuk bekerja dengan mereka. Kami telah bekerja dengan beberapa pembuat manga independen seperti dengan proyek seperti Tephlon Funk dan XOGENASYS; kami mendapat kesempatan untuk menceritakan lebih banyak cerita Hitam. Ini adalah pendongeng yang ingin melihat kisah mereka diadaptasi ke dalam bentuk anime. “

Menurut CBR, D’ART Shtajio telah mengerjakan beberapa proyek terkenal sejak didirikan, termasuk “Petualangan Aneh JoJo: Angin Emas”, “Tujuh Dosa Mematikan, Gintama”, “Tokyo Ghoul: re,” “Rekaman Perang Grancrest,” “Overlord dan One Piece.” Studio ini bahkan telah mengarahkan beberapa episode “Merc Storia: The Apathetic Boy” dan “Girl in a Bottle”.

Selain itu, mereka telah merilis beberapa produksi internal yang menyoroti visi mereka yang menggabungkan budaya Barat dan Timur. Proyek ini termasuk “Sturgill Simpson Presents Sound and Fury”, antologi anime asli Netflix, serta anime pendek seperti “Indigo Ignited”.

D’ART Shtajio telah membuat dampak yang luar biasa sejauh ini dan terus mendukung visibilitas untuk lebih banyak animator warna dalam industri produksi.

Catatan Editorial: Karya ini telah diperbarui untuk kejelasan sejak pertama kali diterbitkan.

Rating Drama Korea, Once Again Memimpin

Ulasan mengenai rating drama korea tahun 2020

Memasuki bulan Juli, banyak drama Korea yang mulai tayang. Mungkin ada diantara Anda ada yang masih mengikuti drakor ‘It’s Okay to Not be Okay’. mari kita simak Rating Drama Korea dibawah ini

Nah, tidak ada salahnya untuk menonton drakor lain yang tak kalah seru. Ada drama yang mengisahkan tentang kehidupan yang sedih, adapula yang menceritakan kisah fantasi.

Berikut Update Rating Drama Korea

1. Once Again (KBS2TV) – 33.0%
‘Once Again’ menceritakan tentang keluarga Song yang mengalami perceraian yang menyakitkan.

Pasangan ini memiliki perspektif berbeda dalam hidup. Sang ayah lebih memilih kehidupan yang sederhana sementara sang ibu berpendapat sebaliknya.

Padahal, mereka memiliki 4 anak dewasa yang memiliki masalah sendiri untuk ditangani. Bagaimana kisah kelaurga Song di drakor ‘Once Again’? Saksikan hanya di KBS2TV.

2. Backstreet Rookie (SBS) – 8.7%
Drama yang diangkat dari webtoon ini bercerita tentang hubungan percintaan antara seorang pemilik minimarket bernama Choi Dae Hyun (Ji Chang Wook) dengan Jung Sae Byeol (Kim Yoo Jung).

Saet Byeol merupakan pekerja paruh waktu di minimarket tersebut. Pertemuan Choi Dae Hyun dan Jung Saet Byeol pertama kali saat mereka berada di bangku SMA. Jung Saet Byeol dan teman-temannya itu terlihat seperti pembuat onar. Tak jarang ia meminta Choi Dae Hyun untuk melakukan tugasnya, yaitu membeli rokok dari sebuah toko khusus untuk Saet Byeol. Choi Dae Hyun membeli rokok untuk mereka dan Jung Saet Byeol mendapatkan nomor ponselnya, tetapi ia tidak pernah mendapat telepon darinya.

4 tahun kemudian, Choi Dae Hyun yang berusia 33 tahun menjalankan sebuah toko kecil setelah dia berhenti dari pekerjaannya di sebuah perusahaan besar.

Dia mencari pekerja paruh waktu untuk bekerja shift malam di toko swalayannya.

Jung Saet Byeol datang ke tokonya dan dia segera mulai bekerja di sana. Dia bukan pembuat onar lagi. Kini, Jung Saet Byeol adalah seorang mahasiswa dan dibimbing oleh moral yang kuat. Bagaimana kisah kelanjutan Saet Byeol?

3. It’s Okay to Not Be Okay (tvN) – 5.8%
‘It’s Okay to Not Be Okay’ drama yang bergenre roman fantasi. Berkisah tentang seorang pekerja kesehatan di bangsal psikiatri yang hidup dengan 1,8 juta won (sekitar $ 1.520) sebulan. Ia merupkan sosok seorang penulis buku cerita yang antisosial.

Kim Soo Hyun akan memerankan Moon Kang Tae, seorang pekerja kesehatan komunitas di bangsal psikiatris.

Moon Kang Tae adalah seorang pria yang diberkati dengan segala sesuatu termasuk tubuh yang hebat, kecerdasan, kemampuan untuk bersimpati dengan orang lain.

Ia digambarkan sebagai karakter yang sempurna. Dia memiliki saudara lelaki yang menunjukkan gejala autisme dan delapan tahun lebih tua darinya. Drama ini dimulai saat Moon Kang Tae yang menemui kakaknya, Moon Sang Tae (Oh Jung Se) di sebuah sekolah.

Sang Tae dianggap telah membuat keributan dan hampir menyebabkan kecelakaan saat siswa melakukan praktik kerja di laboratorium. Akhirnya, Sang Tae dikeluarkan dari sekolahnya.

Sebenarnya, Sang Tae telah berusia 40-an tahun, namun karena ia mengalami sindrom autisme, kini Sang Tae baru mengenyam pendidikan SMK-nya.

Mengetahui hal itu, Kang Tae pun langsung membawa Sang Tae keluar dari sekolah tersebut. Beberapa tahun berlalu. Saat ini, Kang Tae bekerja sebagai seorang perawat di sebuah rumah sakit universitas.

Ia bekerja di bangsal psikiatris dan menangani sejumlah orang dengan gangguan kejiwaan. Ternyata, selama ini, Kang Tae dan saudaranya selalu berpindah-pindah tempat tinggal, begitu juga dengan tempat kerjanya.

Bahkan, dalam 10 tahun terakhir, Kang Tae sudah pindah kerja sampai 15 rumah sakit berbeda.

4. My Unfamiliar Family (tvN) – 4.3%
Seiring bertambahnya usia, seseorang akan memiliki sedikit waktu untuk dihabiskan bersama keluarga. Bisa dibilang, mereka akan menjalani kehidupan sendiri.

Mereka kini juga membagi waktu untuk orang lain yang mungkin saja jadi pasangan hidupnya. Dua orang itu pun akan saling berbagi perasaan hingga menjaga rahasia bersama.

Di bawah keadaan seperti ini, keluarga menjadi seperti orang asing dan orang lain menjadi seperti keluarga.

Nah, ‘My Unfamiliar Family’ ini mengisahkan Kim Eun Hee (Han Ye Ri) yang merupakan anak perempuan kedua dalam sebuah keluarga. Dia lembut dan penuh perhatian. Eun Hee dengan mudah mempercayai orang dan kini ia bekerja di perusahaan penerbitan.

Bagaimana kisah Eun Hee dengan keluarganya? Tunggu tanggal main ’My Unfamiliar Family’.

5. Memorials (KBS) – 3.5%
Drama produksi KBS ini menjadi comeback-nya idol Nana After School dalam layar kaca. Ia berperan jadi Goo Se Ra, sosok perempuan miskin tetapi memiliki kepribadian ceria.
Sifatnya itu membuat Se Ra sangat terkenal di tempat ia bekerja.

Di sisi lain, Seo Kong Myung (Park sung Hoon) merupakan seorang PNS yang berkarakter dingin. Keduanya akhirnya bekerjasama untuk melawan pejabat korup. 

Nah, itulah dia sejumlah 5 Rating Drama Korea juli 2020 menurut indodirectory. Setuju sama penjelasan yang sudah indodirectory ulas di atas? Atau malah kamu punya rekomendasi lainnya? Yuk, jangan sungkan untuk sampaikan pendapatmu pada kolom komentar di bawah ya!

Lee Min Ho Dan Kim Woo Bin Drama Korea ‘The Heirs’

Lee Min Hoo menjadi perbincangan hangat warga bumi

Belum lama ini kementrian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) menghimbau agar stasiun televisi (TV) menghentikan sementara kegiatan syuting. Bukan tanpa alasan, hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona. Lee Min Ho Kembali bersinar di layar televisi swasta RCTI.

Stasiun Televisi RCTI Kembali Menghadirkan Wajah Lee Min Ho Dan Kim Woo Bin Ke Layar Kaca

Kendati demikian, kebijakan tersebut membuat sejumlah stasiun televisi harus memikirkan strategi baru untuk program siarannya. Seperti yang satu ini, RCTI memilih menayangkan kembali drama Korea “The Heirs” di layar kaca.

Drama Korea ini sebelumnya sudah pernah tayang perdana di RCTI pada November 2014 silam. Lantas drama ini juga pernah beberapa kali tayang di RCTI lagi pada April 2015 dan Oktober 2016. Kini “The Heirs” kembali tayang di layar kaca mulai 20 Maret 2020 kemarin. Drama ini pun menempati jam tayang sore pada pukul 16.00 WIB.

Lee Min Ho, Park Shin Hye, dan Kim Woo Bin yang menjadi bintang utama di drama ini menjadi yang paling dinantikan oleh penonton. Dikisahkan ada seorang wanita dari keluarga biasa anak seorang pembantu rumah tangga bernama Cha Eun Sang yang diperankan Park Shin Hye.

Suatu hari Park Hee Nam (Kim Mi-kyung) ibu Cha Eun Sang dikabari Cha Eun Suk (Yoon Jin Seo) yang tinggal di Amerika akan menikah dan ingin dikirimi uang. Cha Eun Sang kemudian memilih untuk mengantar langsung uang tersebut ke Amerika.

Sesampainya di Amerika, apa yang Cha Eun Suk sampainya ternyata bohong belaka, dia tidak akan menikah dalam waktu dekat ini. Cha Eun Sang juga terpukul mendapati kehidupan kakaknya di Amerika sangat memprihatinkan.

Siapa yang udah nggak sabar lihat keuwuan Kim Tan dan Cha Eun Sang? Yuk, absen dikolom komentar, Mulai BESOK The Heirs akan tayang, Senin – Jumat pukul 16.00 WIB. Don’t miss it, Sahabat Oke!” tulis RCTI mengiringi video unggahan. Tak ayal, kabar kembali hadirnya “The Heirs” ke layar kaca membuat netter merasa senang.

Aku,walau udah sering nonton tpi pengen nonton lagi versi dubbingnya,soalnya kalau baca subtitle ribet,kalau bs habis the heirs tayangin full house dong,” komentar seorang netter. “Mantul Drakor Di Rcti Is Back,” sahut netter yang lain.

Musim Demam Drama Korea Bikin Candu

Musim Demam Drama Korea menyerang kaum muda di seluruh negeri

Drama Korea alias Drakor bukanlah bahan obrolan baru sekarang lagi Musim Demam Drama Korea jadi kalau kecanduan jangan salahkan mimin yaa.. heheh :D. Awal tahun 2000-an, banyak orang sudah dibuat haru-biru oleh serial Endless Love, Winter Sonata, atau Full house.

Semakin ke sini, semakin banyak saja penggemarnya.

Apalagi didukung oleh kemunculan layanan streaming seperti Netflix, Iflix, atau Viu yang juga banyak menayangkan drakor, sehingga kita bisa nonton kapan saja dan di mana saja. Menurut Minyoung Kim, Netflix Vice President of Korean Content pada NOVA, saat ini di Netflix saja, datanya sudah ada lebih dari 50 tayangan original Korea.

Musim Demam Drama Korea Para Gadis Remaja Tergila-gila

Bahkan, pada 2020, akan ditayangkan lebih dari 25 konten Korea original terbaik lagi dari berbagai genre.

Ada informasi ratingnya, pula. Tak heran bila orang sampai rela begadang demi memenuhi rasa penasaran akan ending sebuah serial.

Di era pandemi ini, di mana orang dipaksa berdiam di rumah selama berbulan-bulan, peminat drakor makin meningkat. Ada banyak waktu, stres dan butuh hiburan, adalah alasan mereka menonton drakor.

Jadi, yang sebelumnya sudah suka makin “menggila”.

Yang tadinya masih ogah-ogahan, jadi mulai ketagihan.

Puncaknya ketika sebuah stasiun televisi terestrial menayangkan serial yang hits dan baru saja selesai tayang di negara asalnya, yaitu The World of the Married. Serial yang mengangkat kisah yang tak pernah hilang peminat—yaitu perselingkuhan.

“Aku nonton drakor buat usir bosan dan jadi hiburan, sih. Tadinya enggak gitu suka nonton, ini karena di rumah aja. Nonton drakor lumayan ngisi energi dan emosi baik aku. Soalnya, di rumah aja kadang emosi isinya yang negatif doang, entah capek, stres, jenuh, ingin dunia luar. Aku cukup excited nungguin episode atau adegan lanjutannya, ikut mesem-mesem di adegan tertentu, terus sedih juga kalau adegannya berhubungan sama keluarga. Kadang aku malah sampai begadang nontonnya, ha-ha-ha,” cerita Bunga (26), seorang pegawai swasta di Jakarta.

Tapi kenapa, sih, para penggemar ini sampai segitu “gila”-nya dengan drakor?

“Sekarang, market itu expand. Tumbuh dan berkembang dengan adanya PSBB. Dan paling penting juga kenapa ini terjadi adalah akses dari serial ini. Dulu, kan,susah. Sekarang akses selalu tersedia. Lalu, mendapat kemasan drama Korea yang juga jauh lebih bagus dari awal kemunculannya dulu. Jadi makin populer dan diminati,” ujar Shanty Harmayn, Producer dan CEO Base Entertainment.

Kembali naik daunnya drakor selama pandemi di Indonesia juga diwarnai ramainya tagar #haluchallenge di media sosial.

5 Tokoh Drama Korea Yang Terjebak Friend Zone

Tokoh Drama Korea yang terjebak dalam friend zone

Tak semua orang suka dengan kata friend zone. Pasalnya, kata ini menandakan kalau sesorang itu tak akan bisa lebih dari sekadar teman atau sahabat. 5 Tokoh drama korea yang terjebak friend zone ini akan menambah pengetahuan anda.

Tema friend zone sering disajikan dalam drama Korea. Yang mana tokoh utama keduanya selalu enggak bisa menjalin hubungan romansa dengan sahabatnya. Berbagai alasan menjadi kendalanya, tetapi umumnya karena gadis yang mereka cintai justru menyukai pria lain.

Tokoh Drama Korea Yang terjebak Friend Zone, Nyesek Banget Gak Tuh!

1. Wang Won (The King in Love)
Wang Won adalah seorang pengeran dinasti Goryeo. Ia memiliki sahabat sekaligus pengawal pribadi bernama Wang Rin. Keduanya sama-sama menyukai Eun San, seorang gadis dari keluarga menteri kerajaan yang sangat cantik. Mereka memiliki cara mencintai yang berbeda. Namun Eun San ternyata lebih memilih Wang Rin dan ingin tetap berteman dengan Wang Won.

2. Jung Hwan (Reply 1988)
Semua penonton drama ‘Reply 1988’ pasti tahu perjuangan cinta Jung Hwan pada Duk Sun. Meski terkesan dingin, ia selalu memiliki cara untuk menolong, membantu, dan memperhatikan DukSun. Sayang, hingga akhir ia enggak bisa mengungkapkan perasaannya yang sejujurnya pada sahabatnya itu.

3. In Guk Doo (Strong Girl Bong-soon)
In Guk Doo baru menyadari kalau ia menyukai Do Bong Soon setelah mereka dewasa. Padahal, Do Bong Soon sudah mencintai dirinya sejak mereka masih kecil. Namun di saat In Guk Doo baru menyatakan cintanya pada Bong Soon, teman masa kecilnya itu ternyata sudah punya cowok pujaan yang lain. Do Bong Soon lelah hanya dianggap teman oleh In Guk Doo selama ini.

4. Gong Tae Gwang (School 2015)
Awalnya Gong Tae Gwang hanyalah teman sekelas Go Eun Byeol. Namun perasaannya pada temannya itu berubah setelah posisi Go Eun Byeol digantikan sementara oleh Lee Eun Bi. Go Eun Byeol dan Lee Eun Bi sebenarnya adalah anak kembar yang menjalani hidup berbeda. Namun Eun Bi justru menyukai teman masa kecil kembarannya yang bernama Han Yi An.

5. Lee Hee Kyung (My Love from the Star)
sudah mencintai sahabatnya Cheon Song Yi sejak mereka masih kecil. Ia tetap menjaga perasaannya itu hingga mereka dewasa dan berharap Cheon Song Yi membalas cintanya. Tetapi harapannya itu enggak pernah menjadi kenyataan karena Cheon Song Yi justru jatuh cinta pada tetangganya yang merupakan seorang alien.

Nah, itulah dia sejumlah 5 Tokoh Drama Korea yang terjebak dalam friend zone menurut indodirectory. Setuju sama penjelasan yang sudah indodirectory ulas di atas? Atau malah kamu punya rekomendasi lainnya? Yuk, jangan sungkan untuk sampaikan pendapatmu pada kolom komentar di bawah ya!

Suka Menonton Drama, Pilih Dunia Drama atau Nyata?

Seseorang yang suka menonton drama wajahnya awet muda dan berseri

Mungkin saja kamu pernah berkata, “Hidup itu tidak seindah drama di televisi. Terlalu berlebihan dan dibuat-buat. Lihat apa yang ada di depan mata dong!” apa kamu termasuk dalam orang yang Suka Menonton Drama? simak penjelasan berikut.

Akan tetapi, pernahkah kamu berpikir sebaliknya? Situasi dan kondisi yang terjadi dalam drama terasa begitu nyata di kehidupan. Sampai kamu berkata, “Iya ya, drama itu memang berdasarkan kehidupan nyata, bahkan bisa jadi pelajaran”.

Drama menjadi salah satu konsumsi hiburan bagi manusia. Bagi sebagian orang, drama seakan-akan menjadi kebutuhan pokok dalam kehidupan. Drama yang dimaksud dalam tulisan kali ini bukanlah drama di Indonesia, melainkan drama Asia (Korea, Jepang, Cina, Taiwan, Thailand) ataupun Barat.

Suka Menonton Drama, Hidup di Dunia Drama Atau Dunia Nyata

Drama Asia maupun Barat memang memiliki penggemarnya sendiri di Indonesia. Ada yang Suka Menonton Drama dan menyukai keduanya, ada juga yang hanya menyukai salah satunya. Fasilitas tv kabel ataupun internet mempermudah masyarakat Indonesia untuk mengonsumsinya. Bila tidak bisa nonton di televisi, cukup streaming atau unduh saja melalui internet.

Kenapa Suka Menonton Drama?

Berbagai alasan, mendorong seseorang untuk terus menonton drama. Keberagaman genre drama yang ditawarkan, membuat penonton merasa tidak mudah bosan. Penonton tinggal memilih saja genre drama yang disukai atau yang sedang sesuai dengan keadaan dirinya saat itu juga. Ada romance, romance comedy, thrillerwork life, atau kehidupan era kerajaan.

Drama juga dianggap sebagai media hiburan maupun pembelajaran. Drama menjadi suatu hal yang dicari saat seseorang merasa penat. Drama juga dapat menjadi pembelajaran bagi seseorang ketika harus berhadapan dengan situasi yang sama, seperti yang digambarkan dalam drama.

Menikmati Drama

Apabila kamu termasuk penggila nonton drama, pernahkah merasa seakan-akan kehidupan nyatamu tercampur dengan kehidupan drama? Kamu menjadi sulit membedakan mana situasi nyata dengan situasi yang kamu lihat dalam drama. Pikiranmu seolah-olah terasuki oleh apapun yang terjadi di drama. Sampai-sampai, kamu bermimpi sebagai salah satu tokoh di dalam drama.

Pengaruh drama terhadap kehidupan, memang bisa dirasakan selama kamu menyukai serta menikmati drama tersebut. Untuk menjelaskan kesenangan maupun kenikmatan terhadap suatu drama, teori disposisi memiliki andil dalam hal ini. Teori ini melihat kuatnya watak atau sifat yang menempel pada tokoh akan berpengaruh terhadap respons emosional yang ditimbulkan, sebagai hal yang diperlukan untuk mengetahui sukses atau tidaknya sebuah drama.

Teori disposisi juga menjelaskan,terdapat dua hal yang memengaruhi seseorang untuk menikmati drama. Dua hal tersebut ialah, disposisi afektif terhadap tokoh (penilaian penonton terhadap tokoh) dan hasil yang dialami oleh tokoh (keadaan akhir yang dialami tokoh).

Penonton akan lebih menikmati suatu drama ketika akhir cerita yang disajikan sesuai dengan yang diyakinin penonton dalam menilai tokoh yang berperan dalam drama tersebut. Sebagai contoh, bila tokoh itu berwatak baik, maka akan mendapat akhir cerita yang bahagia. Sementara itu, bila tokoh berwatak buruk, maka akan mendapat akhir cerita yang buruk pula.

Menafsirkan Tingkah Laku Tokoh

Sebagian penonton, terkadang membentuk kesan pada satu tokoh bukan karena sifat yang menempel pada diri tokoh tersebut. Mereka malah menilai berdasarkan gambaran fisik, gender, atau rasa yang terlihat pada tokoh tersebut. Hal ini dapat menjadi alasan timbulnya rasa suka atau tidak suka terhadap tokoh tertentu, tanpa melihat peran dan kepribadian dalam drama itu seperti apa.

Kemudian, penonton seringkali menafsirkan tingkah laku suatu tokoh berdasarkan harapan pada tokoh tersebut. Misalnya, kamu melihat tokoh Y sebagai sosok yang berani, tegas, dan pedas dalam berbicara. Ketika ada adegan Y yang berani protes dan mengutarakan kekesalan kepada atasannya, kamu merasa setuju dan senang akan adegan tersebut. Kamu memaklumi dan membela apa yang Y lakukan. Padahal, mungkin saja bila itu terjadi di kehidupan nyata, kamu belum tentu merespons serupa.

Penonton juga cenderung menerima hal buruk terjadi pada tokoh jahat yang tidak memiliki rasa kemanusiaan. Ketidakpedulian penonton terhadap nasib tokoh jahat dalam drama ini karena tidak ada ikatan emosional yang dirasakan antara penonton dengan tokoh tersebut. Oleh karena itu, bisa dilihat bahwa tidak ada emosi yang dirasakan maka tidak akan timbul kesenangan atau kenikmatan dalam menonton drama. 

Dua Unsur Pembentuk Teori Disposisi

Ada dua unsur utama yang membentuk teori disposisi, yaitu kesenangan dan empati. Kesenangan yang dirasakan merupakan hasil penilaian dari disposisi afektif. Disposisi afektif berarti ketertarikan yang muncul berdasarkan sifat atau kepribadian tokoh dalam drama. Selain itu, karakter moralitas pada tokoh juga turut mendorong ketertarikan. Setelah muncul rasa ketertarikan ini, akan berpengaruh pada rasa suka atau tidak suka pada tokoh tertentu.

Sementara itu, munculnya empati dikendalikan oleh disposisi afektif. Empati ini tidak akan muncul sampai disposisi afektif terbentuk. Dengan empati, penonton turut merasakan emosi yang ditunjukkan oleh tokoh dalam suatu drama. Ketika empati yang dirasakan semakin tinggi, maka akan mampu merasakan tingkat kesedihan yang lebih tinggi pula. Hal ini disebabkan oleh kemampuan mengenali karakter yang ada dengan lebih mendalam lagi.

Bagaimana Drama Memengaruhi Pikiran Kita?
Pengaruh drama terhadap pikiran manusia dapat dijelaskan olehTeori Kultivasi Teori tersebut menyampaikan, penggambaran kenyataan di tayangan televisi membuat seseorang meyakini, seolah-olah kenyataan yang sesungguhnya dihadapi dalam kehidupan.  Dengan demikian, orang yang sering menonton drama akan memerkirakan realitas yang terjadi dalam hidupnya berdasarkan cerminan realitas yang ia lihat dalam drama.

Keyakinan terhadap cerminan realitas muncul ketika penonton memberikan perhatian penuh pada drama yang ditonton. Kemudian, ia akan memproses informasi yang didapatkan dan masuk dalam ingatannya. Semakin sering ia menonton drama, maka semakin banyak informasi serta rincian cerminan realitas sosial yang ia dapatkan. Pada akhirnya, memengaruhi persepsi yang ia miliki dalam memandang kehidupannya.

Beberapa Contoh

Sebagai contoh, kebanyakan drama Korea menceritakan tentang cinta yang romantis. Entah sesulit apapun hambatan yang ada, tokoh-tokoh yang ada dalam drama tersebut mampu untuk menghadapinya. Akhir cerita, mereka akan hidup bahagia bersama.

Ketika penonton sering menonton drama dengan genre seperti itu, maka ia meyakini hubungan romantis itu idealnya seperti yang digambarkan di dalam drama. Salah satunya seperti, bagaimana seharusnya seorang lelaki dan perempuan bersikap dalam menjalin hubungannya. Cara menghadapi konflik yang ada. Sampai akhirnya, bisa hidup bersama dengan bahagia.

Contoh yang lain, terlalu banyak menonton drama dengan genre kejahatan, dapat memengaruhi sikap seseorang dalam melihat kejahatan yang nyata di kehidupan. Satu sisi, kamu bisa saja memandang kekerasan atau kejahatan yang terjadi adalah hal yang wajar. Di sisi lain, kamu dapat bereaksi terlalu berlebihan karena merasakan kekesalan yang terjadi layaknya yang kamu rasakan saat menonton drama.

Penelitian yang dilakukan oleh Bumsub Jin dan Seongjung Jeong turut mendukung hal ini. Hasil penelitian tersebut menyatakan, anggapan individu untuk memiliki anak yang lebih sedikit dalam pernikahannya dipengaruhi oleh penayangan drama televisi yang dengan genre tertentu, yang fokus menggambarakan gaya hidup seperti itu.

Meskipun begitu, tidak berarti semua penayangan drama akan memengaruhi persepsi seseorang dengan mudah. Ada hal lain yang turut berpengaruh, seperti nilai hidup dan keyakinan yang dimiliki serta tempat tinggal. Bila ia menilai gambaran realitas dalam drama tidak benar, maka akan memperbaiki persepsi yang dimiliki dalam melihat situasi realitas yang serupa di kehidupan nyata.

Tetap Lanjut Menonton Drama?

Menonton drama sepertinya akan selalu menjadi aktivitas yang menyenangkan. Menjadi salah satu kegiatan untuk mengisi waktu luang atau mencari hiburan. Akan tetapi, bukan berarti hidup kita sepenuhnya untuk drama. Hidup yang kita jalani juga tidak akan pernah sama seperti dalam drama.

Ada penulis skenario, sutradara, serta produser dalam menyelesaikan cerita sebuah drama. Seolah-olah, nasib tokoh dalam drama ada di tangan mereka semua. Berbeda dengan kehidupan nyata, Kitalah yang mengendalikan hidup kita, dengan bantuan yang Maha Kuasa serta orang lain yang ada bersama kita. Drama boleh memengaruhi jalan pikiran kita, namun baik atau buruknya untuk diterapkan adalah kebijakan kita untuk memilahnya.

Apa Itu Drama Korea? Sebuah Pertanyaan

Apa itu drama korea? simak bareng kami disini

Apa Itu Drama Korea?
K-drama mengacu pada bahasa Korea. Masing-masing, J-drama mengacu pada drama Jepang (atau Dorama) dan C-drama mengacu pada drama berbahasa Cina.

Drama Korea mengacu pada drama televisi yang diproduksi oleh Korea Selatan. Dibintangi oleh aktor / aktris Korea Selatan, diproduksi oleh Korea Selatan, menggunakan bahasa korea dan ditayangkan di stasiun TV Korea Selatan. Ini dapat ditonton di TV dan juga melalui streaming internet di situs web masing-masing stasiun TV, viki, dramafever, netflix, dan penyedia VOD lainnya. Banyak dari mereka kemudian juga disiarkan di stasiun TV negara lain juga, meningkatkan popularitasnya. Beberapa kdramas sudah diproduksi sebelumnya, dan beberapa tidak.

Jika Anda Berpikiran Apa Itu Drama Korea? Maka Disini Jawabannya

Tidak seperti yang lain, k-drama memiliki panjang episode yang telah ditentukan. Satu hal yang didapat orang dari kdramas (yang berbeda dengan drama lain) adalah kepastian. Dalam kdramas, Anda mengetahui sebelumnya berapa lama episode itu akan berlangsung, dan kapan episode terakhirnya akan ditayangkan. Singkatnya, jika Anda menyukai drama tertentu, Anda tahu bahwa itu akan berakhir pada titik tertentu, dan itu tidak akan membuat Anda menggantung, atau membuat Anda menderita untuk musim (tidak seperti drama Amerika, misalnya, yang memiliki musim ibu rumah tangga yang putus asa, musim CSI, atau musim Game of Thrones). Baik atau buruk, drama ini akan berakhir minggu itu!

Bagaimanapun, Kdramas biasanya dibagi menjadi kategori berikut:

  1. Drama hari kerja reguler, biasanya berdurasi 16 jam. Biasanya dibagi dalam 16 episode dengan 2 episode satu jam mengudara dalam 2 hari berturut-turut setiap minggu, atau dibagi menjadi 32 episode dengan 4 episode setengah jam tayang dalam 2 hari berturut-turut, dan membuatnya mencapai episode terakhir dalam 8 minggu. Jika benar-benar bagus, Stasiun TV terkadang bisa diperpanjang menjadi 18 episode. Temanya? Apa pun. Fantasi, aksi, drama, melodrama, kejahatan, legenda, sejarah, hukum, kehidupan kantor, romansa, komedi, misteri, dll.

    2. Drama pendek, biasanya berdurasi 2-4 episode. Biasanya 1 jam lamanya untuk setiap episode. Biasanya tayang di hari kerja, sebagai pengisi sebelum mereka menayangkan drama 16 jam baru. Bagi saya, drama itu terasa seperti bisa dikualifikasikan sebagai film, hanya dengan tema yang lebih ringan. Coba pikirkan. 4 episode x 30 menit, atau 2 episode × 1 jam persis 2 jam kan? Seperti film biasa yang berdurasi 2 jam.

    3. Drama akhir pekan, biasanya sepanjang 50 episode. Biasanya menonjolkan keluarga dan kehidupan sehari-hari secara umum.

    Hal lain yang saya temukan berbeda di Kdramas adalah penggunaan soundtrack yang efektif! Mereka sering dibawakan oleh musisi terkenal Korea juga, dan dibuat dengan sangat bagus. Sebuah drama biasanya memiliki sekitar 4 lagu, diproduksi dengan tekun, dan bertujuan untuk membangkitkan mood selama drama tertentu. Jadi ketika Anda mendengar salah satu lagunya, misalnya, Anda akan langsung ingat tentang drama itu, atau, jika Anda menontonnya secara berurutan (karena Anda tidak bisa berhenti), lagu-lagu itu akan diputar ulang di kepala Anda sepanjang hari, bahkan ketika Anda ‘ kembali berjalan di jalan. Betapa kuatnya itu.